Bagian Cinta dan Penjelasan

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bagian Cinta dan Penjelasan Filosofisnya


Beberapa ayat dapat diinterpretasikan sebagai petunjuk dan dorongan untuk memupuk cinta ini.


Berikut beberapa contohnya:

1.

Al-Baqarah · Ayat 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِۙ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًاۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ ۝١٦٥wa minan-nâsi may yattakhidzu min dûnillâhi andâday yuḫibbûnahum kaḫubbillâh, walladzîna âmanû asyaddu ḫubbal lillâhi walau yaralladzîna dhalamû idz yaraunal-‘adzâba annal-quwwata lillâhi jamî‘aw wa annallâha syadîdul-‘adzâbDi antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, (niscaya mereka menyesal).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa cinta sejati haruslah ditujukan kepada Allah SWT. Cinta kepada Allah dapat ditunjukkan dengan taat beribadah dan menjalankan segala perintah-Nya. Mencintai Allah dalam diam berarti mencintai-Nya tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan, dan dengan penuh ketulusan.


2.

Ali 'Imran · Ayat 144

وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔاۗ وَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ ۝١٤٤wa mâ muḫammadun illâ rasûl, qad khalat ming qablihir-rusul, a fa im mâta au qutilangqalabtum ‘alâ a‘qâbikum, wa may yangqalib ‘alâ ‘aqibaihi fa lay yadlurrallâha syai'â, wa sayajzillâhusy-syâkirîn(Nabi) Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.Ayat ini memberikan dorongan untuk tetap teguh dalam cinta, meskipun menghadapi rintangan dan cobaan. Cinta dalam diam sering kali diuji dengan kesabaran dan keteguhan hati. Tetap mencintai dalam diam menunjukkan keyakinan dan keteguhan hati yang tertanam kuat.

3.

Ar-Rum · Ayat 21

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٢١wa min âyâtihî an khalaqa lakum min anfusikum azwâjal litaskunû ilaihâ wa ja‘ala bainakum mawaddataw wa raḫmah, inna fî dzâlika la'âyâtil liqaumiy yatafakkarûn

Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. Meskipun tidak diungkapkan secara verbal, dapat ditunjukkan melalui tindakan dan pengorbanan. Saling membantu, menjaga, dan mendoakan dengan tulus merupakan wujud cinta dalam diam yang penuh makna.

Filosofi Cinta dan Diam:

Ini adalah tentang mencintai dengan cara yang lebih bermakna, tanpa terikat oleh ekspektasi atau keinginan untuk mendapatkan balasan. Cinta bukan berarti memendam rasa cinta.

Cinta yang benar adalah:

  • Memupuk kesabaran dan keikhlasan: Mencintai membutuhkan kesabaran untuk menunggu waktu yang tepat dan keikhlasan untuk menerima apapun hasilnya.
  • Memperkuat karakter: Cinta membantu membangun karakter yang teguh, sabar, dan penuh keyakinan.
  • Memberikan makna yang lebih dalam: Cinta yang diungkapkan tanpa pamrih dan tanpa ekspektasi memiliki makna yang lebih dalam dan lebih tahan lama.

Dalam diam adalah cara untuk mencintai dengan lebih murni, lebih dewasa, dan lebih bermartabat.

Perlu diingat bahwa dalam diam bukan berarti harus selalu disembunyikan. Jika memungkinkan dan sesuai dengan situasi, mengungkapkan cinta secara terbuka dan jujur juga merupakan hal yang baik.

Pada intinya, cinta dalam diam adalah tentang mencintai dengan cara yang tulus, penuh makna, dan bermartabat, dengan tetap menjaga kehormatan diri dan orang yang dicintai.

(صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ)

Shadaqallahul-'adzim' 
"Maha benarlah Allah yang Maha Agung"

Komentar